 |
Rumah Sakit Bethesda
|

RS.
Bethesda |
Sebelum ada Rumah Sakit 'Bethesda', maka oleh desakan Klasis dan
Jemaat Tomohon, tahun 1940 didirikan Kraamklinik (Klinik
Bersalin) yang perlengkapannya dibantu Serikat Kaum Ibu Belanda
dan Indo-nesia di Tomohon.
Oleh desakan jemaat-jemaat Wilayah GMIM Tomohon, Kakaskasen dan
Tanawangko, Rumah Sakit Bethesda dibuka tanggal 5 Agustus 1950
oleh prakarsa Ds. A.Z.R.Wenas dengan nama Rumah Sakit Kristen
Protestan Tomohon yang selanjutnya disebut Rumah Sakit
'Bethesda'.
Ds. Wenas langsung merangkap sebagai Direktur. Tahun 1953 sempat
dibuka Sanatorium dan Pusat Pemberantasan Penyakit Paru-paru di
Kaaten Matani I sebagai cabang Bethesda, tapi digabung lagi
tahun 1967 karena kekurangan dana.
Awalnya, Rumah Sakit 'Bethesda' hanya menempati bangunan
sederhana bekas perkantoran GMIM dan gedung Sekolah Keterampilan
Putri (Kopschool) di bagian Kamasi dengan kapasitas 60 tempat
tidur. Lalu diupayakan pengadaan pendidikan perawat dan
pembangunan gedung-gedung memadai.
Saat pergolakan Permesta tahun 1958, Bethesda bersama
Sanatoriumnya sempat ditransformir menjadi rumah sakit tentara
dibawah asuhan Dinas Kesehatan Angkatan Darat. Lalu diserahkan
kembali pada GMIM dan memfungsikan kembali tahun 1962.
Rumah Sakit Bethesda menjadi pusat seluruh usaha dan lem-baga
kesehatan GMIM. Pembangunan gedung barunya diawali 1980, dan
tahap pertamanya diresmikan 6 November 1982. Tipenya tahun 1986
adalah C dengan kapasitas 230 tempat tidur (tahun 1967 baru 150
tempat tidur).
Sejumlah dokter yang sempat menjadi direkturnya adalah Prof. dr.
R.D. Kandou (1965-1966), dr. Bert A.Supit sejak 6 Februari 1966,
dr. Ny. Femmy Reppi-Mamesah dan dr. Boy E.R. Wajong, M.Kes, MM,
dan sejak 2006 dr. Ny. Femmy Reppi kembali.
Sumber: Buku Tomohon, Kotaku, Oleh
Adrianus Kojongian.
Dinas Pendidikan Nasional Kota
Tomohon. 2006,
|
 |